Gereja FOCUS Indonesia

Gereja FOCUS Indonesia

Sebuah Bentuk Pelayanan Campus Bible Study untuk Mahasiswa Indonesia di UNSW, Sydney, Australia

Profil Staf

 

Pdt. Charles Gajus menikah dengan Stefani dan adalah ayah dari empat orang anak yang lucu: Zoe, Zac, Hannah, dan Beth. Sebagai gembala di GFI (Gereja FOCUS Indonesia), ia sangat bersemangat untuk memberitahu orang-orang tentang Yesus dan melatih mereka membaca dan mengerti Alkitab bagi diri mereka sendiri. Selain gemar membaca buku dan bermain di pantai dengan keluarganya, kamu dapat melihat Charles terkadang mempraktekkan keahliannya dalam bidang fotografi, olahraga, dan mengendarai sepeda hitamnya berkeliling Kingsford.

 


Josh

 

Pdt. Joshua Ng adalah ayah dari Laura, Stephanie, dan Jordan, dan menikah dengan Karen. Sebagai gembala di FOCUS, Joshua sibuk berkhotbah, mengajar, dan melatih orang-orang di dalam Firman Tuhan. Ketika tidak sedang melakukan hal-hal ini, ia menikmati menonton anak-anaknya berolahraga dan menolong Jordan membuat model-model Lego Star Wars.

 


 

Josephine Juanda melayani di GFI sebagai Ministry Apprentice, selagi menjalani program pelatihan dalam pelayanan yang diadakan oleh Campus Bible Study selama 2 tahun. Josephine sangat bersyukur kepada Tuhan untuk kesempatan menyebarkan Injil Yesus dan melayani dalam permuridan, baik dengan membaca Alkitab secara one-to-one atau kelompok tumbuh bersama (KTB); serta semakin mengenal Tuhan dan cara-Nya di dalam pelayanan melalui Firman-Nya. Di waktu luangnya, Josephine gemar pergi jalan-jalan di kota, ngopi, dan jogging. Josephine menikah dengan Daniel Juanda, dan apabila Tuhan mengijinkan, mereka akan pulang ke Indonesia pada tahun 2019 dan ingin membantu melayani di salah satu gereja.

 


 

Tony adalah seorang Vietnam kelahiran Australia yang menikah dengan Yenli. Ia saat ini melayani di GFI sebagai trainee di tahun keduanya, dan sangat senang bertemu dengan orang-orang yang ingin mengetahui apa yang Alkitab katakan. Tony suka traveling, tapi lebih senang bagian perencanaannya dari pada travelingnya sendiri. Ia menikmati semua jenis keju, dan selalu bersedia untuk pergi ke prasmanan, meskipun dia tahu itu tidak baik untuknya. Ia berencana untuk pergi ke perguruan tinggi teologi setelah pelatihan jika itu adalah kehendak Tuhan untuk hidupnya.

 


 

Yenli Nguyen berasal dari Surabaya dan menikah dengan Tony. Ia adalah salah satu Ministry Apprentice di GFI. Yenli sangat bersukacita bisa berbagi tentang injil Tuhan Yesus dan mengajar cara membaca Alkitab dengan mahasiswa/i di UNSW. Yenli mengikuti Ministry Apprentice Traineeship part time dan bekerja sebagai desainer grafis 2 hari seminggu. Ia juga suka bernyanyi sambil bermain ukulele, mendalami fotografi, belajar bahasa vietnam dan jepang, dan membuat kue di waktu luang.

 

 


Dan Ong melayani secara part-time di GFI sebagai student minister sambil menjalani pendidikan Teologi tahun terakhir di Moore Theological College. Selain sibuk mengerjakan tugas kuliah dan meluangkan waktu bersama keluarga, Dan menggemari segala macam coffee (cold brew, espresso, french press, filter drip, bahkan kopi instan!). Ia juga adalah fans setia tim NBA, Utah Jazz (sejak tahun 1998). Bersama-sama dengan Frida dan kedua anaknya (Caleb and Joel), apabila Tuhan mengijinkan, mereka akan melayani secara full time di Indonesia pada tahun 2019.


 

Chris dan Erin Townsend melayani di GFI sebagai Student Minister sambil menjalani pendidikan Teologi tahun terakhir di Moore Theological College. Chris dibesarkan di Jakarta dan menyelesaikan kuliah di London, Inggris. Erin berasal dari Melbourne dan dia belajar Bahasa Indonesia sejak SMP. Chris adalah fan setia ‘setan merah’ – Manchester United sejak kecil. Erin adalah fan setia dan penggemar es krim. Mereka senang bisa tinggal di Newtown karena ada banyak café-café es krim! Chris dan Erin berharap Tuhan akan membuka pintu untuk melayani di Indonesia bersama Dan dan Frida di tahun 2019.

 

 

 

 

Comments are closed.